Senin, 31 Desember 2012

"Satu-satunya Jalan Supaya Bahagia"

Tidak ada kepuasan sejati di dunia ini. Pernikahan, keluarga, uang, ketenaran, kebenaran, perjalanan, olahraga bahkan prestasi akademis, semua itu tidak akan dapat melengkapi sukacita kita. Kepuasan yang didapat dari segala jerih payah kita akan segera hilang dan hanya tinggal kenangan, jika hal-hal tersebut masih dapat diingat.

Oh, tentunya ada peristiwa-peristiwa yang membahagiakan sepanjang perjalanan hidup kita, momen-momen tak terduga yang membawa sukacita luar biasa. Namun, momen-momen tersebut akan segera berlalu dan kita tidak pernah dapat kembali ke masa lalu untuk mengalaminya lagi dan merasakan kembali sensasi tersebut.

Mengapa kita terus-menerus mencari sesuatu yang dapat memuaskan kita? Jawabannya sederhana, karena kita harus melakukannya. Apakah kita menyadarinya atau tidak, jiwa kita haus akan Allah. Setiap keinginan, setiap inspirasi, setiap kerinduan dari natur kita mengungkapkan kerinduan kita kepada Allah. Kita dilahirkan karena kasihNya dan kita tidak dapat hidup tanpa kasihNya. Dia adalah kebahagiaan yang kita cari disepanjang kehidupan kita. Segala sesuatu yang kita rindukan dapat ditemukan didalamNya, bahkan jauh lebih banyak.

Oleh karena itu, ketika anda merasa tidak berdaya dan mendambakan sesuatu yang lebih didalam kehidupan, tanggapilah undangan Yesus. Datanglah kepadaNya, reguklah secara cuma-cuma anugerah dan pengampunanNya dan alamilah sukacita yang sejati.

sumber : Santapan Rohani edisi tahunan VIII

Minggu, 30 Desember 2012

"Iman"

Hari ini, ibuku akan menerima hasil pemeriksaan yang menyatakan apa ia mengidap kanker atau tidak. Aku berupaya keras mengatasi ketakutan saat menunggu kabar yang mungkin mengubah hidup kami. Aku bersyukur atas semua pengalaman yang telah Allah perkenankan, kesempatan membangun iman dan membuatku makin percaya bahwa Dia bekerja dalam semua aspek kehidupan.

Sebelum beriman kepada Kristus, aku sering takut dan cemas. Kepanikan menjadi lumrah dan secara naluri aku terjebak didalamnya. Kini dengan iman, aku yakin bahwa apapun yang terjadi, ibu akan selalu berada didalam naungan pemeliharaan tangan Allah.

Iman sejati mengatasi segala kesesakan dan percayalah pada Allah saat hidup tampaknya tak pasti. Aku berdoa agar ibu sehat. Aku berusaha menyemangatinya dengan segala cara dan berdoa supaya ibu memiliki ketenangan mengatasi ketakutannya agar ayah tetap tabah dan para dokter mendapat pengetahuan dan kemampuan membantu ibu. Diatas segalanya, aku berdoa agar ibu merasakan kasih Allah apapun yang terjadi.

Saat hati penuh ketakutan, kita dapat berseru kepada Allah. Kita berdoa dan kemudian berdiam diri dan mendengarkan. Dan Allah menjawab kita.

sumber ; Saat Teduh vol. 71 no. 5

Sabtu, 29 Desember 2012

"Jalur Sempit"

Aku tinggal di suatu desa di tepi Sungai Clyde yang permai. Sejak kecil, aku selalu terpesona melihat sungai menyempit saat surut. Burung-burung dengan gembira mengais makanan di timbunan pasir dan gundukan lumpur. Dengan mudah kita dapat berenang menyeberangi sungai.

Namun, itu hanya tipuan, karena sebenarnya sungai tersebut mempunyai palung yang berbahaya, jalur sempit yang dalam yang memungkinkan kapal berlayar dari Glasglow hingga ke Clyde. Hanya nahkoda kapal-kapal itu yang tahu dengan pasti mengemudikan kapal agar tetap dapat berlayar, dengan memperhatikan petunjuk-petunjuk yang dipasang terapung ditempat-tempat yang strategis.

Kita mungkin tertipu oleh penampakan luar dan kegiatan yang kelihatan baik tetapi sebenarnya membahayakan diri kita. Kehidupan sering kali seperti sungai yang mengecoh. Kita dapat dengan mudah tertipu bila hanya bergantung pada penilaian kita sendiri. Hanya Allah yang mampu melihat gambaran menyeluruh dan mengantarkan kita kearah yang paling aman.

Sungguh melegakan mengetahui Allah mengenal jalan hidup kita. Pertanyaannya adalah apakah kita mau mendengarkan dan mengikuti pimpinan Allah?

sumber : Saat Teduh vol. 71 No. 5

Rabu, 26 Desember 2012

"Baju Malaikat"

Santa Claus tersenyum ramah kepada setiap pengunjung pusat perbelanjaan terbesar di kota San Fransisco. Tanpa sepengetahuan kedua anaknya pasangan Anton dan Sisca menitipkan kado kepada Santa Claus.

"Malam ini barangkali perjumpaan terakhir sebagai keluarga," kata Anton lirih.

"Terlalu banyak ketidakcocokan," ujar Sisca.

Keduanya sepakat berbagi tanggung jawab pengasuhan anak setelah perceraian.

Betty dan Albert menonton acara yang dipandu Santa Claus sementara orang tua mereka belanja.

Saat selesai belanja, Anton dan Sisca melihat kedua anak mereka antri menerima kado dari Santa Claus. Mereka sejenak berpandangan satu sama lain.

"Siapa yang membelikan mereka baju malaikat?"

"Mengapa kalian memilih baju malaikat?" tanya Santa Claus.

"Mama dan papa pernah bercerita malaikat suka membantu mereka. Albert ingin menjadi seorang malaikat."

"Siapa yang ingin kalian bantu?"

Mata semua pengunjung mengikuti jemari kecil Betty yang menunjuk kedua orang tuanya. Santa Claus mendekatkan pengeras suara.

"Supaya papa dan mama terhindar dari perceraian." 

Pendidikan perkawinan mulai dalam keluarga semenjak anak masih kecil. Ia tidak mulai menjelang hari perkawinan.

sumber : Mutiara Andalas, SJ. Just For You. Yogyakarta : Kanisius 2009

Kamis, 20 Desember 2012

"Doa Damai"

"Saya setiap hari berdoa untuk perdamaian Tibet. Saya juga berdoa untuk negara Cina."

"Mengapa engkau menggunakan kata kita? Engkau sebaiknya menggunakan kata saya. Perilaku militer Cina yang membantai seperlima warga Tibet sangat mempengaruhi sikap kami terhadap mereka," aku sekretaris pribadinya.

"Apakah perdamaian itu?" tanya jurnalis yang berkunjung ke Dharamsala.


"Serangan gelap mata yang dilancarkan militer Cina mengakibatkan militer kerusakan dan penderitaan. Saya dipaksa menyerang Tibet. Mereka mencanangkan kemenangan namun hanya menuai kekalahan."


"Kami menolak pendudukan dan kekerasan Cina dengan pendekatan bela rasa," tutur Dalai Lama.

"Perdamaian lebih luas jangkauan maknanya daripada sekedar ketiadaan kekerasan. Ia lebih penting daripada kekuasaan politik. Perdamaian ekspresi bela rasa."

Jurnalis itu menuturkan keramahtamahan Dalai Lama.

"Senyumnya menerangi ruangan."

Dharmasala bertambah sunyi saat angin kencang memadamkan aliran listrik.

"Saya berharap kita semakin berhubungan satu sama lain sebagai sesama manusia."

"Kita semakin kesulitan berhubungan satu sama lain sebagai komunitas manusia," papar Dalai Lama.

Senyum yang tulus bukan hanya dari bibir yang menyamping dari kiri ke kanan, namun dari pancaran mata demi membahagiakan saudaranya. Kedamaian akan hadir untuk kita bersama dari sana.

sumber : Mutiara Andalas, SJ. Just For You. Yogyakarta : Kanisius 2009

Selasa, 18 Desember 2012

Tuhan, Jamahlah Mereka

Terkadang sedih dan ingin rasanya meninggalkan rumahNya, melihat dengan situasi yang ada sekarang. Jabatan dan kekuasaan ternyata berlaku juga dirumahNya Adakah kesadaran ketika berada ditempatkan di posisi paling atas kita justru harus lebih melayani dengan rendah hati bukan meninggikan kepala kita?

Keadaan yang serba sulit ketika tidak ada perhatian untuk rumahNya, memikirkan bagaimana caranya untuk membuat sinarnya kembali terang. RumahNya sekarang menjadi sepi, kurang diramaikan dengan canda tawa mereka. Ketika berada dipersimpangan jalan, ingin rasanya diriku memilih jalan lain walaupun aku tak tahu apa yang akan terjadi diujung jalan itu. Tapi hati kecilku masih ragu, belum rela meninggalkan rumahNya, masih ingin berusaha sekuat tenaga untuk menghidupkan kembali sinarnya.

Tuhan, tuntunlah aku jalan mana yang harus aku lalui. Jamahlah mereka, pelayan-pelayanMu yang telah Engkau pilih untuk memancarkan terang ke seluruh dunia. Bantulah mereka untuk melayani dengan rendah hati, jangan biarkan sinarMu semakin meredup ditengah tantangan zaman sekarang ini.

Minggu, 16 Desember 2012

"Pohon Berkat"

Saya membaca tentang pasangan muda yang mengalami kegagalan dalam bisnisnya dan mereka hanya memiliki sedikit uang untuk dibelanjakan di masa Natal. Mereka sudah harus pindah dari rumah mereka setelah tahun baru. Namun, mereka tidak mau musim liburannya dirusak oleh masalah itu. Jadi mereka memutuskan untuk mengadakan sebuah pesta. Ketika tamu-tamu tiba, mereka melihat sebatang pohon cedar yang dihiasi dengan seutas tali kabel lampu dan banyak gulungan kecil lembar kertas yang diikatkan didahan pohon dengan pita.

"Selamat menyaksikan 'pohon berkat' kami! kata mereka.

"Meskipun kami menghadapi masa-masa yang sulit, Allah telah memberkati kami dalam begitu banyak hal sehingga kami memutuskan untuk mendedikasikan pohon kami kepadaNya. setiap gulungan kertas menggambarkan sebuah berkat yang telah Dia berikan kepada kami tahun ini."

Pasangan ini telah menghadapi lebih banyak pencobaan sejak saat itu, tetapi mereka memilih untuk tetap berfokus pada Tuhan. Mereka sering mengatakan bahwa Natal dengan "pohon berkat" adalah salah satu Natal yang terindah, karena mereka dapat bersaksi seperti yang dilakukan Maria.

Apapun kesulitan anda, semua itu tidak perlu merusak Natal, karena tidak ada yang bisa merusak Kristus! Tetaplah berfokus kepada Kristus dan carilah cara-cara untuk membagikan berkatNya dengan orang lain, mungkin melalui "pohon berkat" Anda sendiri.

sumber : Santapan Rohani edisi Tahunan VIII

Kamis, 13 Desember 2012

"Uluran Christoper"

Christoper Rodriguez memasuki ruangan persidangan dengan bantuan kursi roda bersama ibunya. Ia murid kelas tujuh sebuah sekolah seni.

"Jared, aku tahu keinginanmu menembakku nol. Dua peluru hampir saja mengenai ibuku. Tembakanmu dapat mengancam kehidupan guru piano, murid lain, kamu, pacarmu dan pribadi-pribadi di sekitar lokasi."

"Setiap hari aku memandang diri di depan cermin dengan kebencian. Aku sungguh menyesali perbuatanku," ujar terdakwa sambil memandang Christoper dan ibunya.

"Dalam dunia terdakwa hanya tersisa kosa kata korban dan predator. Ia seorang parasit dalam masyarakat yang berair mata buaya. Tangisannya sama sekali bukan ungkpan sesal," ujar hakim.

Seusai persidangan Christoper mendekati terdakwa dengan pertanyaan bernada lembut.

"Jared, apa lasanmu merampok depot bensin?"

Setelah Jared selesai bicara, Christoper menimpali,

"Mengapa engkau mengambil pilihan kejahatan?"

Christoper mengulurkan tangannya.

"Aku mengampuni engkau, Jared."

Ibunya berkata kepada jurnalis yang meliput persidangan.

"Saya terkejut dalam keharuan kepada Christoper. Tak ada pembicaraan saya dengannya tentangnya. Pengampunan sungguh datang dari dalam dirinya," ujar ibunya.

Siapa bilang mengampuni mudah? Saat peristiwa terjadi, aku merasa paling menderita di dunia. Pedulikah Engkau, Tuhan? Pengampunan menjejakkan langkahku mengawali babak baru kehidupan. Tuhan, aku yakin bahwa Engkau Peduli, maka aku pun peduli.

sumber : Mutiara Andalas, SJ. Just For You. Yogyakarta : Kanisius 2009

Selasa, 11 Desember 2012

"Menyenangkan Hati Kita"

Seorang ayah dan putranya yang masih kecil pergi ke bengkel untuk memperbaiki mesin penggaruk tanah. Ketika sudah selesai ia menanyakan ongkosnya.

Namun, pemilik bengkel itu menjawab,

"Oh, tak ada biaya apapun. Saya senang melakukannya untuk Anda!"

Namun, si ayah merasa tidak enak menerima kebaikan seperti itu. Jadi ia terus mendesak dalam usahanya untuk membayar biaya perbaikan.

Sebaliknya, pemilik bengkel selalu menolak. Akhirnya, ketika kesabaran si pemilik bengkel habis, ia berseru,

"Tak bisakah Anda membiarkan seseorang melakukan sesuatu yang menyenangkan hatinya?"

Jawaban pemilik bengkel yang rendah hati itu cukup singkat, tapi merupakan nasihat yang baik tentang sukacita dan kebahagiaan yang dapat muncul dari "hati yang senang".

Kita pun dapat meneladani W. F. Adeney yang menulis, Latihan untuk berbelaskasihan dimulai dari sakitnya pengorbanan diri, tetapi rasa sakit ini dengan segera membuahkan kedamaian dan suikacita dalam hati kita.

Saya menantang Anda untuk mengasihi dan bermurah hati kepada orang lain. Ketika Anda melakukannya, Anda akan melihat bahwa berbuat baik akan menghasilkan kebaikan. Itulah cara yang indah untuk menyenangkan hati Anda.

sumber : Santapan Rohani edisi Tahunan VIII

Minggu, 09 Desember 2012

"Salah Bus"


Pesawat dengan rute penerbangan Seattle - Oakland baru saja mendarat. Begitu pramugari memberi aba-aba kepada penumpang untuk turun pesawat, saya berjalan setengah berlari menuju halte bus.


Begitu supir bus membuka pintu bus, saya bergegas naik.

"Tumben bus lumayan lengang malam ini," ujar saya sambil melayangkan senyum kepada penumpang lain.

Saya membaca tulisan berwarna putih didekat kemuni. Supir anda hari ini Ali.

Bus melaju pelan dan satu persatu penumpang turun. Akhirnya saya tinggal sendirian dengan supir.

"Saudara hendak turun di tempat parkir berikutnya?"

"Tujuan saya sebenarnya stasiun kereta api. Saya salah ambil bus, Ali?" jawab saya sambil menggaruk-garuk kepala belakang.


"Anda bukan penumpang pertama yang salah ambil bus. Banyak penumpang salah ambil bus seperti Saudara."


"Minta maaf, ya" kata saya tersipu-sipu.

"Salah ambil jalan itu perkara kecil."

"Saya akan beristirahat sejenak sambil menunggu jam keberangkatan bus. Kita akan kembali ke tempat kamu tadi menunggu bus ini. Saya akan menunjukkan tempat tunggu bus yang akan menghantarmu ke stasiun kereta api."

Tuhan sering berperan seperti Ali," ujar saya saat naik bus rute bandara - stasiun kereta api.

Tuhan sabar sekali. Ia berkenan mengantar kita kembali ke jalan yang benar.


sumber : Mutiara Andalas, SJ. Just For You. Yogyakarta : Kanisius 2009

Kamis, 06 Desember 2012

"Bersyukur atau Menggerutu"

Coba bayangkan bila Anda diberi semangkuk pasir yang bercampur dengan butiran besi dan Anda diminta untuk memisahkan keduanya. Anda memiliki dua pilihan. Anda dapat memasukkan jari kedalam pasir dan hanya menemukan sedikit butiran besi yang sulit dipegang atau memasukkan magnet kedalam pasir dan melihat magnet itu menarik butiran besi yang tidak terhitung banyaknya.

Seperti jari-jari didalam pasir, hati yang menggerutu hanya akan menemukan sangat sedikit berkat. Namun, hati yang bersyukur disepanjang kehidupan, hati ini menemukan berkat yang tidak terhitung, sama seperti magnet yang menarik besi.

Dari semua pilihan yang kita kuat didalam hidup, hanya sedikit yang berdampak lebih kuat daripada pilihan kita untuk bersyukur atau bersungut-sungut. Jika pilihan kita adalah bersungut-sungut, kita mungkin hanya akan melihat sedikit berkat. Namun, jika pilihan kita adalah bersyukur, kita tidak hanya akan menemukan berkat yang besar, berkat-berkat itu seolah-olah mencari kita.

Pilihan apa yang Anda ambil? menggerutu atau bersyukur? Menggerutu akan menjauhkan kita dari berkat, tetapi ucapan syukur menemukan berkat disegala tempat bahkan ditempat yang kering atau berpasir sekalipun.

sumber : Santapan Rohani edisi Tahunan VIII

Sabtu, 01 Desember 2012

"Nama Gembel"

Bagi saya, empat lilin yang ada dalam setiap korona adven di setiap Gereja Katolik mempunyai istilah, yakni NAMA GEMBEL. Apa itu? Sebuah singkatan dari nama-nama tiap lilin adven tersebut : Nabi-nabi, Malaikat, Gembala, Betlehem.

Nabi-Nabi
Lilin pertama adalam masa advent kerap dikenal sebagai lilin Nabi. Nabi, dalam hal ini Yohanes Pembaptis, membawa pesan pertobatan. Dalam tradisi Yahudi dan Kristen, nabi adalah pemimpin umat yang dipanggil Allah untuk memperingati umat agar tidak menyimpang dari perintah-perintah allah.

Malaikat
Lilin kedua dalam masa advent kerap dikenal sebagai lilin Malaikat. Malaikat adalah mahkluk ciptaan Allah yang bersifat gaib, diciptakan dari nur (cahaya), selalu taat, tunduk dan patuh kepada Allah, tidak pernah ingkar janji kepadaNya.

Gembala
Lilin ketiga dalam masa advent kerap dikenal sebagai lilin Gembala. Gembala mengajak kita untuk bersaksi. Menurut tradisi kuno, disitulah malaikat memberitakan kelahiran Yesus kepada para gembala.

Betlehem
Lilin keempat dalam masa advent kerap dikenal sebagai lilin Betlehem. Betlehem mengajak kita untuk berbagi. Betlehem adalah kota mungil di daerah Yudea.

Sekarang untuk memasuki tempat Yesus dilahirkan dalam gereja tua tersebut, para peziarah, siapa pun dia, harus merendahkan diri karena pintu masuknya sungguh sempit dan pendek. Para penghuni Betlehem menamakan pintu ini sebagai Pintu Kerendahan Hati karena orang harus tunduk merendahkan diri untuk melaluinya. Bukankah juga, Sabda Allah telah menjadi seorang anak kecil bagi manusia, manusia pun harus berusaha menjadi kecil di hadapan Allah?

"Semoga dengan masa adven, kita semakin berani untuk setia bertobat, berdoa, bersaksi dan tak lupa juga berbagi. Ya, semoga demikian adanya."

sumber : Jost Kokoh, Pr. Beriman Bersama Maria. Yogyakarta : Kanisius 2009

Jumat, 30 November 2012

"Tabiat"

Ada cerita tentang seorang petani yang membawa pulang seekor babi kedalam rumahnya. Ia memandikannya, membersihkan bulunya, memberi parfum, memberikan pita dilehernya dan mendudukkannya di ruang tamu. Babi itu kelihatan sangat baik. Tapi ketika petani tersebut membuka pintu rumahnya, babi itu langsung lari dan melompat kecomberan. Mengapa babi yang sudah dibersihkan begitu rupa kembali masuk ke comberan? Karena ia masi seekor babi, didalam hatinya, tabiatnya belum berubah. Diluar berubah tapi didalamnya tetap sama.

Seseorang dapat berpakaian dan berpenampilan bagus saat datang ke gereja. Ia terlihat begitu santun dan saleh. Namun sayang semua penampilan lahiriah yang bagus tersebut hanya ketika berada di gereja saja. Ketika kembali di rumah, kantor ataupun diluar gereja, tabiat yang sebenarnya akan kelihatan. Orang yang seperti ini tentu saja belum mengalami pertobatan sejati dan belum dilahirkan kembali, sebab jika seseorang benar-benar dilahirkan kembali tabiatnya akan berubah.

Orang lahir baru akan mengalami perubahan hidup dari dalam keluar. Ia tidak akan mengijinkan tabiat yang lama menguasainya kembali, sebaliiknya ia mengijinkan Kristus memerintah didalam hidupnya. Hatinya dipenuhi Roh Kudus dan menyerahkan seluruh kendali hidupnya kepada tuntunan Roh Kudus, sampai hidupnya mengalir buah-buah Roh Kudus.

Kesempatan kali ini adalah baik bagi kita untuk melihat kembali seperti apakah pertobatan kita. Apakah pertobatan kita hanya di kulit saja, sehingga sifat asli kita belum diubahkan? Tuhan menginginkan tabiat kita benar-benar berubah semenjak kita mengijinkan Kristus tinggal didalam hidup kita. Perubahan sejati bukanlah perubahan yang hanya terlihat dari luar saja tapi perubahan yang berasal dari dalam.

Kamis, 29 November 2012

"Kapan Terjadi?"

Film tentang akhir zaman 2012 meramalkan bahwa akhir zaman akan terjadi tanggal 12 Desember 2012. Semua akan runtuh termasuk pusat-pusat agama. Wah kalau ramalan itu benar, berarti tinggal beberapa minggu lagi semuanya akan berakhir. jika benar, apa yang akan anda lakukan pada sisa-sisa hari ini? Yesus mengatakan bahwa akan terjadi keruntuhan Bait Allah, kekacauan, tanda-tanda alam yang hebat, penderitaan dan peperangan dimana-mana. Tetapi hal itu tidak berarti bahwa kesudahan dunia akan berakhir. Hendaknya kita waspada terhadap orang-orang yang meramalkan kesudahan dunia karena ramalan dan kata-kata mereka sama persis seperti yang Yesus katakan.

Mengapa perlu waspada? Karena tidak seorangpun yang tahu kapan semuanya akan berakhir. Para malaikat tidak tahu, Yesus sendiri juga tidak tahu, hanya Bapa yang tahu. Mengapa kita sok tahu melebihi Yesus? Soal kapan datangnya kesudahan dunia itu urusan Bapa di Surga. Tugas kita adalah berdoa mohon silih bagi dosa-dosa kita dan melakukan tugas-tugas yang dipercayakan Allah dengan baik. 

"Berjaga-jagalah dan berdoa selalu, agar kamu layak berdiri dihadapan Putera Manusia."

Senin, 26 November 2012

"Melibatkan Hati dalam Memberi"

Sebagian umat yang biasa menitipkan sumbangan berpesan, 

"Mohon nama saya tidak usah dicantumkan. Cukup ditulus NN atau dari seseorang."

Saya yakin mereka sungguh-sungguh memberi dari hati, tanpa mengharapkan hal-hal yang lain. Yesus memuji seorang janda miskin yang memasukkan dua peser ke dalam peti persembahan sebagai orang yang memberi lebih banyak. Yesus memuji janda miskin ini, karena ia tidak hanya memberikan uangnya melainkan memberikan seluruh dirinya. Pemberian sejati tidak terletak pada besar kecilnya nilai pemberian itu, tetapi pada besar kecilnya hati yang ada dalam pemberian itu. Janda miskin ini memberikan sedikit uang dengan hati yang besar. Setiap minggu atau bahkan setiap hari, kita memberi derma dalam ibadat-ibadat kita. Semangat yang perlu ada dalam pemberian itu adalah melibatkan hati. Besar kecilnya pemberian bukanlah hal yang utama dalam Gereja. Yang utama adalah hati yang ikhlas dalam memberi. Pemberian dari hati yang ikhlas bisa dilihat dari hal-hal yang sederhana, misalnya uang tidak dikucek-kucek dan tidak memasukkan uang yang sudah rusak dll. Sebab dari pemberian terungkaplah isi hati si pemberi.

Kamis, 22 November 2012

"Sejahtera dalam Tuhan"

Pada abad ke XIX dimana belum ada pesawat terbang. Perjalanan melintasi lautan Atlantik dari Amerika Serikat ke Inggris merupakan pelayaran yang cukup berbahaya. Sudah banyak kapal yang karam oleh karena keganasan badai yang melintasi samudera yang besar itu.

Suatu hari berangkatlah sebuah kapal dari pelabuhan New York menuju London, Inggris. Didalam kapal itu ada seorang janda yang sangat saleh. Ia hendak ke London untuk menemui anaknya yang sudah lebiha dari 10 tahun tinggal disana dan tidak pernah bertemu kembali. Pada mulanya pelayaran berjalan dengan baik, tapi setelah beberapa waktu lamanya, kapal itu mulai diombang-ambing badai dan topan yang menderu-deru dengan dahsyatnya. Semua orang yang di kapal itu menjadi panik, ada yang menangis, ada yang berteriak ketakutan, tapi janda yang saleh itu tenang-tenang saja. Dalam keadaan serba kalui itu, ia justru menyaringkan suaranya untuk memuji Tuhan.

Para penumpang lainnya merasa heran sekali, mereka bertanya mengapa si ibu ini justru dapat menyanyi ditengah-tengah keadaan yang sangat gawat dimana nyawa mereka seperti diujung tanduk. Janda ini menjawab,

"Bagi saya, seorang beriman memang tidak ada yang perlu ditakutkan. Apabila kapal ini tenggelam dan aku harus mati, maka aku juga akan bertemu dengan suamiku tercinta yang telah lebih dahulu pulang ke surga 5 tahun yang lalu. Jadi selamat atau tidak, ya sama saja, aku akan bertemu dengan orang yang aku cintai. Itulah sebabnya aku senantiasa menuji Tuhan."

Alangkah indahnya orang yang mempunyai harapan yang mulia seperti ibu janda ini! Kematian sekali-kali bukanlah hal yang menakutkan tapi justru suatu hal yang indah.

Senin, 19 November 2012

"Berbeda"

Seorang pemuda yang tengah putus asa dengan karirnya pergi ke pantai. Ketika dia sampai, ia bertemu dengan seorang tua yang ramah yang kemudian mengajaknya berbicara. Secara tak sadar, ia pun jadi membicarakan masalahnya. Orang tua itu tidak berkata apa-apa, ia hanya membungkuk mengambil segenggam pasir dan melemparkannya kebawah.

"Cobalah kamu ambil pasir yang tadi daya lemparkan," kata orang tua itu.

"Mana mungkin saya dapat mengambil pasir tersebut karena pasirya telah berbaur dengan pasir lainnya."

Orang tua tersebut tersenyum, lalu ia mengambil sebutir mutiara dari kantongnya dan melemparkannya kebawah seraya berkata kepada si pemuda,

"Ambillah mutiara itu."

Dengan mudahnya ia mengambilnya. Orang tua itu menjelaskan,

"Untuk meraih apa yang kamu inginkan, maka kamu harus berbeda dengan orang lain. Jikalau kamu sama dengan kebanyakan orang, maka kamu tidak akan terlihat."

Tak dipungkiri yang mudah diingat orang adalah yang paling : yang paling pintar, yang paling bodoh, yang paling rajin dan seterusnya. Bila kita renungkan, kira-kira apakah yang orang pikirkan tentang diri kita? Apakah kita termasuk dalam "orang yang paling" itu? atau sebaliknya. kita malah menjadi pribadi yang rata-rata, tidak terlalu bodoh tapi juga tidak bisa menghasilkan karya yang signifikan?

Bila itu terjadi, maka tidak heran jika karir kita tak berkembang atau diam ditempat karena saat ini dunia membutuhkan orang-orang yang luar biasa, bukan orang biasa-biasa saja.

Mulai hari ini putuskanlah untuk menjadi pribadi yang berbeda, berbeda dalam penampilan, dalam kualitas kerja, dalam kerajinan, dalam kesucian, dalam keramahan. Dan yakinlah kala kita sudah menjadi pribadi yang menonjol dalam segala kebaikan, saat itulah promosi akan datang.

Sabtu, 17 November 2012

"GEMBIRA (Gemakan Tuhan, Binasakan Setan dan Rayakan Iman)"

Mungkin barisan lirik ini bisa mengajak kita belajar setia menggemakan Tuhan :

Sebelum engkau berfikir untuk mengucapkan kata-kata kasar
Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara,

Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu
Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apa pun untuk dimakan,

Sebelum engkau mengeluh tentang suami atau istrimu
Ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan meminta pasangan hidup,

Sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu
Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke surga,

Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu,
Ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya,

Sebelum engkau bertengkar karena rumahmu yang kotor dan tidak ada yang membersihkan atau menyapu lantai
Ingatlah akan orang gelandangan yang tinggal di jalanan,

Sebelum merengek karena harus menyopir terlalu jauh
Ingatlah akan seorang yang harus berjalan kaki untuk menempuh jarak yang sama,

Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu
Ingatlah akan pengangguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu,

Sebelum engkau menuding atau menyalahkan orang lain
Ingatlah bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berdosa dan kita harus menghadap pengadilan Tuhan.

Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu
Pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah kepada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.

Hidup adalah anugerah, jalanilah, nikmatilah, rayakan dan isilah itu dengan setia gemakan Tuhan.

sumber : Jost Kokoh, Pr. Beriman Bersama Maria. Yogyakarta : Kanisius 2009

Selasa, 13 November 2012

"Bertobat"


BERTOBAT (Beri Cinta, Tolak Dosa, Bantu Doa)


Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri karena kebutaannya. tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya. Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Gadis itu berkata akan menikahi kekasihnya hanya jika dia bisa melihat dunia. Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepadanya sehingga ia bisa melihat semua hal, termasuk kekasihnya.

Kekasihnya bertanya, "Sekarang kamu bisa melihat dunia. Apakah kamu mau menikah denganku?"

Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya ternyata buta. Dia menolak untuk menikah dengannya. Kekasihnya pergi dengan air mata mengalir dan menulis sepucuk surat singkat kepada gadis itu, "Sayangku, tolong jaga baik-baik mataku!"

Kisah diatas adalah kisah tentang kasih yang diberikan.

sumber : Jost Kokoh, Pr. Beriman Bersama Maria. Yogyakarta : Kanisius 2009

"Untuk Apa Uang Kolekte Anda?"


Sebagai ucapan syukur kepada Tuhan, umat berharap kolekte dapat digunakan dengan baik dan benar. Untuk apa sebenarnya kolekte yang terkumpul setiap minggu?


Tak semua umat mengetahui kemana uang kolekte mereka “mengalir”. Menyamakan gereja – gereja lainnya, ada yang bilang sebagiannya bahkan porsi terbesarnya untuk pastor.
Memang ada varian jawaban tentang peruntukkan kolekte umat. Kebanyakkan berdasarkan aumsi dan “kata orang”. Padahal, seperti dikatakan Ekonom KAJ, Pastor Antonius Suhardi Antara, Pr, kehidupan para pastor, terutama dari Keuskupan Agung Jakarta tidak berasal dari umat. “Para pastor hidup dari stipendium maupun iura stolae, bukan dari kolekte umat,” katanya.
Menurut Pastor Aan semua sumber dan penggunaan uang dalam KAJ sudah ditata secara baku, bersistem dan berlaku untuk seluruh paroki.

Kolekte Minggu

Kolekte mingguan ini, menurut Pastor Aan digunakan untuk kepentingan gereja setempat, dana papa dan orang muda. Pembagian untuk 3 pos ini dilakukan berdasarkan persentase, bukan berdasarkan jumlah. Rinciannya, 70% untuk gereja (paroki) setempat. “Itu digunakan untuk kehidupan menggereja ditingkat paroki. Ya untuk sarana prasarananya, pemeliharaan gedung, taman dsb,” jelas Ekonom KAJ. Namun tidak semua yang 70% itu untuk paroki tapi ada pembagiaanya lagi yang kurang lebih setengahnya harus disetor ke KAJ sebagai Dana Solidaritas Papa (DSP).
Sebanyak 25% dialokasikan untuk dana papa yang dikelola oleh seksi PSE (SSP). “Itu bukan dana punya PSE. Tapi uang untuk orang miskin dari kalangan umat maupun masyarakat sekitar gereja,” kata Pastor Aan.
Sisanya sebesar 5% diperuntukkan bagi kegiatan pembinaan dan aktivitas orang muda katolik di masing – masing paroki.

Kolekte Wajib

Selain kolekte minggu, juga ada kolekte khusus dan kolekte wajib yang diatur berdasarkan Surat Uskup Agung Jakarta No. 2297/3.4.1/2003 tanggal 18 Desember 2003 dan 422/7.15.3/2011 tanggal 4 November 2011.
Kolekte wajib adalah kolekte yang diadakan pada satu hari tertentu dalam satu tahun untuk tujuan tertentu yang telah ditetapkan oleh keusukupan. KAJ telah menetapkan saat dan peruntukkannya secara baku.

  1. Kolekte APP
Pada minggu palma diadakan kolekte APP (Aksi Puasa Pembangunan), yaitu di kolekte pertama. Pembagiannya 70% untuk APP KAJ, 15% APP nasional melalui KWI, 5% Karitas Nasional dan 10% untuk DSAK (Dana Solidaritas Antar Keuskupan).

  1. Kolekte Minggu Panggilan
Yang jatuh pada minggu paskah IV, kolekte I. kesemuanya diserahkan kegereja universal di Roma melalui KWI. Utamanya untuk aksi panggilan.

  1. Kolekte Minggu Komunikasi Sosial
pada minggu paskah VII, kolekte II disebut Kolekte Minggu komsos dan digunakan untuk keperluan komukasi sosial. Pembagiannya 50% untuk Komsos KAJ dan 50% untuk Komsos KWI.

  1. Kolekte Tahta Suci
Kolekte Tahta Suci yang biasa jatuh pada akhir Juni (Kolekte I dan 100% diserahkan ke gereja universal).

  1. Kolekte Minggu Kitab Suci Nasional
Pada minggu pertama bulan September yang dikenal sebagai Bulan Kitab Suci Nasional, diadakan kolekte Minggu Kitab Suci Nasional (Kolekte I). 1/3 dari kolekte I digunakan untuk kepentingan Komisi Kitab Suci KAJ dan ¾ untuk KWI terutama LBI (Lembaga Biblika Indonesia)

  1. Kolekte Minggu Misi
Diambil dari kolekte I pada minggu kedua terakhir di bulan Oktober. Semuanya diserahkan ke Gereja Universal untuk kepentingan karya missioner.

  1. Kolekte Kerasulan Anak dan Remaja
Diambil dari kolekte I pada hari Minggu Penampakan Tuhan pada bulan Januari. Lagi – lagi 100% penerimaan diberikan ke Gereja Universal.

  1. Kolekte Pendidikan Calon Imam
Diambil dari kolekte II setiap bulan. Diperuntukkan untuk Seminari Tinggi KAJ, Seminari Menengah KAJ dan Bantuan Tunas Muda tarekat imam, sumbangan premi Daa Hari Tua imam tarekat.

Khusus dan sesewaktu

Kolekte untuk Panti Asuhan Vincentius merupakan jenis kolekte khusus yang diperuntukkan bagi pendidikan anak – anak Vincentius yang merupaikan karya KAJ. Menurut Pastor Aan, ada juga kolekte insedential atau sewaktu – waktu yang dimobilisasi saat terjadinya misalnya bencana alam. Biasanya kolekte ini digelardngan surat pengantar dari Uskup. “Untuk kolekte di luar hari minggu ini, PGDP atau Dewan PAroki bertanggung jawab atas pemanfaatannya,” kata Pastor Aan.


Sumber : Majalah warna no. 23 Edisi Februari 2012

Minggu, 11 November 2012

"Karyawan St. Arnoldus Refreshing"

Selasa, 30 Oktober 2012 tepatnya pukul 07.30 tidak seperti biasanya semua karyawan St. Arnoldus sudah berkumpul di halaman parkir gereja untuk memulai petulangan seru mereka di Trans Studio Bandung.

Acara rekreasi ini memang rutin diadakan setiap tahunnya, tidak hanya untuk sekedar refreshing tapi juga untuk meningkatkan rasa persaudaraan antar karyawan. Kali ini yang mendampingi rombongan karyawan adalah Romo Aji, SVD, Pak Paat (Kabid PHP), Pak Hendro (Kabid Pelayanan) dan Pak Harsono (Sekretaris Panitia Renovasi Gereja).
Selama perjalanan belum ada aktivitas yang berarti didalam bis karena kebanyakan dari mereka tidur hehehe… mungkin karena mereka harus bangun lebih awal dari biasanya jadi rasa kantuk pun masih terasa. Akhirnya setelah 1,5 jam perjalanan sampai juga kami di Trans Studio Bandung. Wow… itulah ekspresi kami karena begitu senangnya karena baru pertama kali datang ke salah satu indoor theme park terbesar di dunia.

Trans Studio ini terdapat 20 wahana permainan yang terbagi dalam 3 zona yaitu Studio Center, Magic Corner dan Lost City. Sampe bingung deh mau pilih yang mana dulu. Karena ketebatasan waktu kami tidak bisa mencoba semua wahana, kami hanya bisa mencoba wahana Marvel Superheroes, Sky Pirates, Dunia Lain The Ride, Dragon Rider dan terakhir kami menyaksikan drama musical Kabayan Goes to Hollywood. Perjalanan kami lanjutkan ke Paskal Food Market untuk makan siang, disini banyak sekali jenis makanan dari berbagai wilayah di Indonesia. Jadi kita bisa pilih menu yang kita suka. Setelah makan siang akhirnya pun kami kembali ke Bekasi. Pengalaman yang selalu ditunggu setiap tahunnya, untuk mengembalikan semangat kerja dan pelayanan kami di Gereja Santo Arnoldus, Bekasi.

"Sedikit Sekali, Ya?"

Satu sel. Saru atom. Satu ide, satu kata. Sedikit sumbangan. Satu talenta. Lima potong roti dan dua ekor ikan. Jarum Dorkas. Lima batu pada ketapel Daud. Sentuhan cepat di ujung jubah Yesus. Seulas senyum. Sepatah kata menghibur.

Allah berkuasa mengubah yang sedikit menjadi besar. Allah punya cara menggandakan pemberian, talenta, upaya kita yang kecil dan membuatnya penting bagi terjadinya hal besar. Apa yang akan terjadi bila kita hanya memberikan sedikit persembahan, talenta dan pelayanan, lalu mendoakannya dan meminta Allah menggunakannya? Jika sungguh-sungguh percaya bahwa kuasa Allah bekerja didalam dan melalui diri kita, pemberian kecil itu dapat menghasilkan banyak hal. Malah jika kita merenungkan apa yang sudah terjadi, kita dapat melihat apa yang sudah Allah lakukan pada persembahan-persembahan kita yang sedikit itu. Merenungkan apa yang sudah Dia lakukan di masa lalu sungguh menguatkan dan memampukan kita berbuat lebih banyak lagi di masa depan.

sumber : Saat Teduh Vol. 71 No. 5

Sabtu, 10 November 2012

"Penjara Kedua"


Laki-laki yang telah melewati paruh baya itu mengamati cucunya bermain di papan ayun.

"Kakek," teriak cucunya gembira.

Pikirannya sejenak kembali ke masa lalu.

"Saya mendadak sesak nafas setiap kali berada di ruangan sempit."

Ia pernah tinggal di ruang petak bui selama 3 bulan karena dakwaan korupsi.


"Ruang sempit penjara itu masih membekas sampai sekarang. Saya menghindari perjumpaan dengan kenalan di masa lalu."

Bel di ruang selnya berdering. Terdengar langkah sepatu lars sipir penjara,

"Istri dan anak-anak mengunjungi Saudara."

"Hidup sebagai terpidana sulit. Namun terpisah dari keluarga jauh lebih sulit. Saya senantiasa merindukan kunjungan mereka."

Ia mendongakkan kepala ke arah tempat ayunan. Cucunya berbagi keceriaan dengan teman-teman di taman kanak-kanak.

"Kesibukan kerja menyunat waktu keluarga. Saya mulai terlambat pulang dan kemudian memilih tinggal di rumah yang dibangun kantor. Orang-orang rumah mulai kesulitan bahkan untuyk berbicara di telepon."

Palu pengadilan menghantarnya ke penjara.

"Bahkan kalau pengadilan salah keputusan, saya telah lama hidup terpenjara pekerjaan."

Imbuhnya, "Pekerjaan seringkali menjadi penjara kedua."

Lonceng masuk kelas berdering. Langkah-langkah kecil mendekat.

"Mengapa kakek menangis?"

Dalam kenyataan hidup sering kali kita memilih memenjarakan diri kita dalam suatu hal atas kesadaran diri kita sendiri.

sumber : Mutiara Andalas, SJ. Just For You. Yogyakarta : Kanisisus 2009

Senin, 29 Oktober 2012

"HUT Pastor Kepala Paroki"


Masih terngiang ditelinga ini lagu selamat ulang tahun untuk Rm. Aji yang pada tangal 11 September 2012 lalu merayakan ulang tahunnya yang ke 48, sekarang lagu itu bergema kembali di Pastoran Gereja St. Arnoldus,Bekasi tepatnya pada tanggal 15 Oktober 2012. Ada yang tau gak hari ulang tahun siapa itu? Jawabannya adalah hari ulang tahun Pastor Kepala Paroki kita yang ke 58 tahun yaitu Rm. Anselmus Selvus Wege, SVD atau yang lebih akrab dipanggil Rm. Ansel.

Pastoran kembali ramai dengan kedatangan tamu-tamu undangan seperti Romo-romo SVD sedekenat Bekasi maupun dari Jakarta, Suster-suster OSF, Suster-suster KSFL, WKRI, DPH dan seluruh karyawan Paroki St. Arnoldus. Tapi ada yang berbeda dengan perayaan hari ulang tahun Rm. Aji, bedanya adalah kali ini Rm. Ansel kedatangan tamu istimewa yaitu para guru dan murid SD Strada Budi Luhur yang menyempatkan diri untuk hadir dan memberikan ucapan serta doanya untuk Rm. Ansel.

Romo kita yang satu ini sebenarnya tidak suka merayakan hari ulang tahunnya, selalu ada alasan dan acara tepat ditanggal 15 Oktober. Beliau lebih suka tetap melayani umatnya dihari ulang tahunnya namun kali ini beliau tidak punya alasan untuk menolak pesta yang telah disiapkan untuknya, mungkin beliau tidak mau mengecewakan orang-orang yang udah sibuk dari pagi untuk mempersiapkan pesta ini terutama Rm. Victor yang sudah sejak pagi sibuk sana sini agar acara berjalan sesuai rencana. Tak banyak harapan yang Rm. Ansel katakan dihari ulang tahunnya ini, beliau hanya berharap agar dosanya semakin berkurang. Kok gitu ya? Mungkin beliau berharap agar tidak banyak lagi umat yang ia marahi karena telah salah jalan. Semakin sedikit orang yang ia marahi, semakin banyak pula orang yang telah bertobat. Mungkin itulah harapan beliau.

Selamat ulang tahun Rm. Ansel, semoga Tuhan selalu memberkati dalam setiap karya pelayanan di Paroki kita tercinta dan selalu setia pada janji imamatNya.

Kamis, 25 Oktober 2012

"Berharap pada Tuhan"

Manusia sering melakukan sesuatu yang diluar batas kemampuannya ketika berada dalam keadaan terdesak. Bayangkanlah juka kamu berjalan bersama Tuhan yang punya kuasa dan kekuatan tidak terbatas. Mempergunakan kuasa dan kekuatan Tuhan memampukan kita untuk melakukan banyak hal yang mengejutkan, yang bahkan juga hal yanng tidak kita duga sebelumnya. Misalnya? Dapat melakukan terobosan-terobosan hebat dalam keterbatasan kemampuan kita sebagai manusia, atau sembuh dari penyakit yang sudah divonis tidak akan bisa sembuh lagi. Berbagai pertolongan Tuhan berupa mukjizat yang ajaib bisa terjadi dan itu bisa menjadi bagian kita apabila kita mengandalkan kekuatanNya lebih dari apapun.

Sebuah hidup yang mengalami penyertaan Allah hanyalah hidup yang berpusat kepada Allah. Banyak manusia lupa akan hal ini dan terus berusaha mempergunakan tenaga, otak maupun harta mereka saja dalam menghadapi masalah. Mereka lupa bahwa sehebat apapun yang mereka miliki, semua itu terbatas dan pada suatu ketika tidak akan mampu lagi memberikan jawaban atau solusi. Di sisi lain, Tuhan punya kuasa yang tidak terbatas. Jika demikian, mengapa tidak beralih mengandalkan Tuhan? Mana yang lebih baik, mengandalkan kekuatan manusia yang terbatas atau kekuatan Tuhan yang jelas tidak terbatas?

sumber : Renungan Harian dan Pendalaman Iman 2012. KKS & Komisi Kateketik KAJ

Jumat, 19 Oktober 2012

"Pertolongan Tukang Sayur"

Pagi ini Jojo bangun sangat awal. Perasaannya diselimuti dengan kegembiraan. Tadi malam Yesus datang padanya dalam mimpi dan bahwa Dia akan datang bertemu dengannya pagi ini. Jojo lekas-lekas menyiapkan diri dan berangkat ke sekolah. Ditengah perjalanan menuju sekolah, tiba-tiba seorang pengendara motor dari arah belakang menyerempet motor yang dikendarai Jojo. "Gubrakkk!!!" Jojo terjatuh demikian pula dengan pengendara motor yang menyerempetnya. Akan tetapi pengendara itu lekas-lekas bagun dan melarikan diri.

Sedangkan Jojo masih duduk termangu di pinggir jalan. Memang tak ada luka serius namun Jojo masih shock dengan peristiwa yang baru saja terjadi. Seorang tukang satur keliling yang kebetulan menyaksikan peristiwa tersebut kemudian membantu Jojo untuk berdiri dan Jojo pun kemudia melakjutkan perjalanannya. Sampai malam tiba Jojo masih bertanya-tanya dalam hatinya "Kenapa Tuhan Yesus pagi ini gak jadi ketemuan sama gue ya?".

Kisah tersebut, memunculkan pertanyaan, apakah benar Tuhan Yesus tidak jadi menemui Jojo? Yesus terkadang tidak hadir dalam rupa yang istimewa dan penuh kuasa. Yesus bisa hadir di tengah kita dalam berbagai rupa, maka kita butuh kepekaan dari kita untuk dapat mengenaliNya. Apakah kita sudah mampu mengenali tanda-jtanda kehadiran Yesus?

sumber : Renungan Harian dan Pendalaman Iman BKSN 2012. Komisi Kateketik & Komisi KKS KAJ

Minggu, 14 Oktober 2012

"Memberi itu Misi Bukan Transaksi"

"Hanya satu lagi kekuranganmu : pergilah, juallah apa yang kau miliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin..." (Markus 10 : 21).

Begitu selesai misa, acara dilanjutkan dengan Pesta Rakyat. Romo bersama umat menikmati "nasi gudangan" dan jajanan pasar. Tercipta suasana rileks sendau gurau, "ketawa-ketiwi" bertaburan. Mereka saling bersalaman sembari mengucap "proficiat". Ya ketika itu tanggal 14 September adalah perayaan pesta pelindung salib suci bagi gereja peziarahan kami, Gereja Salib Suci yang berada di bukit Gunung Sempu, Bantul, Yogyakarta.

Puji Tuhan, isi perut sudah mantap. Eh.... mau pulang, masih diberi beberapa bungkus makanan. Lantas, saya bersama istri pulang.

"Pa...pa... tolong berhenti", pinta istri dan dilanjut, "Kita putar balik, Pa". Secepatnya istri turun dan semua bungkus makanan tadi diberikan kepada seseorang yang dijumpai di tepi jalan. Orang itu agak kaget, kepalanya mendongak. Dari sorot matanya tergambar kata terima kasih, kendati bibirnya terkatup.

Siapa orang itu? Kami tak kenal. Mungkin pengemis, mungkin orang kurang waras. Tapi yang jelas, dia memancarkan penderitaan : kurang pangan. Pengalaman amat sederhana ini, terasa manis tatkala disentuh oleh sabdaNya : "... berikanlah itu kepada orang-orang miskin" (Markus 10 : 21). Saya yakin Anda pun punya sejuta pengalaman memberi, entah berupa apapun. Memberi, ya memberi, sebutir kata berenergi tinggi. Daya getarnya terlempar ke alam semesta. Memberi tanpa mengharapkan. Memberi tanpa syarat. Memberi adalah dengan hati dan memberi bukanlah transaksi.

sumber : Konsorsium Pengembangan Pemberdayaan Pastoral Sosial Ekonomi. Membangun Kecukupan Pangan Bagi Semua. Renungan Harian Bulan Rosario Dalam Konteks Hari Pangan Sedunia. Jakarta : PSE KAJ 2012

Sabtu, 13 Oktober 2012

"Hak Perempuan"

"Kita cukup berbicara tentang hak asasi manusia. Bukankah pembicaraan HAM senantiasa mengikutkan perempuan? Jangan memboroskan waktu dengan bicara hak perempuan," teriak seorang akademisi dari belakang.

Moderator memberi tanda kepada Andi untuk memcahkan kebekuan ruangan seminar.

"Hillary Rodham Clinton pernah mendapat pertanyaan serupa," ujar Moko.

Peserta seminar mencondongkan kepalanya kedepan untuk menanti penjelasan. Beberapa menegakkan pena yang terkulai.

"Sumbangan perempuan tersebar dalam setiap aspek kehidupan. Dirumah, tempat kerja, komunitas. Sebagai ibu, istri, saudari perempuan, anak perempuan, pendidik, pekerja, warga negara, pemimpin. Kita jangan menceraikan pembicaraan tentang hak perempuan dari hak asasi manusia. Pembisuan sejarah perempuan berlangsung berabad-abad. Sampai hari ini pun sebagian orang berusaha membungkam suara perempuan."

"Hak asasi manusia adalah hak perempuan, hak perempuan adalah hak asasi manusia."

Suara perempuan adalah suara ibumu, yang sering diabaikan ayah dan dibungkam anak-anaknya. Namun suara ini adalah suara hati.

sumber : Mutiara Andalas, SJ. Just  For You. Yogyakarta : Kanisius 2009

Jumat, 12 Oktober 2012

"Memasak Bagi Allah"

Aku mengenal dua orang pria yang berhenti dari pekerjaan kantoran agar mereka dapat membuka restoran. Mereka ingin mendedikasikan talenta memasak mereka bagi Allah, dengan menyisihkan sebagian pendapatan mereka untuk mendukung perjalanan misi. Pada tahun pertama restoran itu berdiri, kedua pria itu berhasil membantu sebagaian dana suatu perjalan misi. Tahun berikutnya, mereka sepenuhnya mendanainya. Rumah makan mereka kini terkenal bukan saja karena daging panggangnya, melainkan juga proyek-proyek kemanusiaan yangn mereka danai.

Kita dapat menggunakan talenta kita dimana pun kita berada, ketika bekerja sama dengan orang lain, atau ketika berada di rumah mendoakan orang lain. Kita dapat membagikan karunia itu didepan umum atau diam-diam secara pribadi, dengan memberi kita akan diperkaya. Dengan mengasihi, kita semakin menyadari keagungan kasih Allah kepada kita dan kepada umat manusia.

sumber : Saat Teduh vol. 71 no. 5

Kamis, 11 Oktober 2012

"Apa Yang Anda Takuti?"

Banyak orang mengakui bahwa mereka sangat takut terhadap komputer. Berada di ruangan yang sama dengan sebuah komputer menyebabkan beberapa diantara mereka mengalami kepanikan, detak jantung yang tidak teratur, sesak nafas, kepala pening dan gemetaran. Seorang ahli terapi berkata bahwa hal tersebut dapat terjadi karena mempunyai rasa takut yang berlebihan jika mengalami kegagalan ketika belajar dengan menggunakan komputer. Mereka menjadi sangat gelisah dan takut jika akan lepas kendali atau pingsan. Apakah hal itu masuk akal? Tentu saja tidak, tetapi memang tidak ada fobia yang masuk akal. Namun rasa takut yang dialami para penderita fobia benar-benar nyata.

Bagaimana pandangan Allah terhadap kita apabila kita berfikir dan berlaku seolah-olah damai sejahtera kita berada di tangan orang lain? Bagaimana pandangan Allah apabila kita menjadi sangat takut terhadap manusia sampai sedemikian paniknya dan lupa mempercayai Dia sepenuhnya? Kita bersikap bodoh jika takut dijadikan bahan cemoohan orang sebab mereka juga adalah makhluk ciptaan yang akan mati, seperti rumput yang hari ini ada dan besok lenyap. Manusia memang dapat menyakiti kita, tetapi Tuhanlah yang menentukan keputusan akhir. Masa depan dan kesejahteraan hidup yang kekal hanya berada di tanganNya.

sumber : Santapan Rohani Edisi Tahunan VIII

Minggu, 07 Oktober 2012

"Kesetiaan Kasih"

"Kalau hidup perkawinan seperti ini, mengapa Gaby tidak memutus temalinya?" tanya Klara sahabat terdekat kepada Gaby.

Gaby menikah dengan Malvin dan selang beberapa waktu hidup terpisah di dua negara.

"Saya hidup beda atap dengan suami selama 35 tahun karena pekerjaan masing-masing."

"Jangan pernah alasan pekerjaan mengalahkan perkawinan," ucap Klara dengan nada berat.

Gaby mengangguk-anggukkan kepala.

"Keselamatan perkawinan merupakan pilihan pertama. Kami mengambil pilihan terakhir dengan pertimbangan berat."

Gaby dan Malvin kembali hidup bersama selama lima tahun. Hampir seluruh waktu Gaby tercurah untuk merawat Malvin yang jatuh sakit hingga hembusan nafas terakhir.

"Engkau justru memanggul hidup suamimu saat semestinya mengalami kasih suami," ujar Klara sambil menggigit bibir bawahnya.

Gaby mengambil foto perkawinan dan memluk erat di dadanya.

"Kami mengikrarkan janji kasih setia dihadapan Allah. 40 tahun pernikahan menjadi tanda kesetiaan kasih."

Pekerjaan masih dapat dicari dimanapun, namun tidak demikian halnya dengan waktu bahkan jika dapat membelinya.

sumber : Mutiara Andalas, SJ. Just For You. Yogyakarta : Kanisius 2009

Sabtu, 06 Oktober 2012

"I'm Sorry"

David, seorang remaja nakal yang sering melakukan perkelahian dan membuat keonaran di sekolah. Pada suatu saat ketika sedang istirahat, David sedang duduk santai di anak buah tangga jalan dengan sengaja menahan kaki dari seorang temannya yang sedang lewat, sehingga membuat temannya terjatuh. Temannya bernama Stella. Stella ingin membalasnya tapi ia tahu kalau sedang di sekolah.

Seperti biasa, David yang selalu pulang menggunakan sepeda motor, ia selalu ugal-ugalan apabila menggunakan sepeda motor. Pada suatu saat ia terjatuh dari motornya dan kesakitan, karena ia harus menghindari seekor binatang didepannya. Pada saat kejadian itu, Stella yang melihat kejadian itu kemudian membatu David, Stella mengobati luka-lukanya. Pada saat Stella mengobati lukanya, David meminta maaf kepada Stella dan Stella memaafkannya. Dan semenjak hari itu David berubah menjadi lebih baik, ia tidak menjahili teman-temannya lagi dan tidak membuat keonaran di sekolah.

Mengucapkan maaf sangatlah mudah, tapi sangatlah sulit apabila kita memaafkan seseorang. Dengan demikian, haruslah kita untuk memaafkan orang karena dengan memaafkan sikap saling mengasihi telah tumbuh didalam hati kita.

sumber : Renungan Harian dan Pendalaman Iman BKSN 2012. Komisi KKS & Komisi Kateketik KAJ

Kamis, 04 Oktober 2012

"Pelita Bagi Sesama"

Ibu Teresa lahir di Uskub, Agustus 1910. Ia adalah seorang biarawati katolik roma, ia juga pembentuk ordo misionaris cinta kasih. Selama hidupnya, Ibu Teresa selalu melayani orang miskin, sakit dan sekarat. Ia tidak segan-segan mendekati dan merawat orang yang sakit kusta serta terjangkit virus HIV/AIDS. Ia malah merangkul dan memeluk mereka tanpa rasa jijik dan geli. Ia juga mendrikan rumah-rumah penampungan bagi penderita penyakit-penyakit yang dianggap menjijikan dan menular. Seluruh hidupnya dihabiskan olehnya demi merawat orang-orang yang mengalami kesulitan dan orang-orang yang dikucilkan oleh masyarakat luas. Karena hal tersebut, Ibu Teresa mendapatkan penghargaan nobel perdamaian pada tahun 1973. Ibu Teresa juga diberi gelar oleh Bapa Paus sebagai Beata dari Kalkuta.

Pelita memberikan sinarnya untuk menerangi dan menyinari sekitarnya. Begitu juga dengan Ibu Teresa, ia menjadi terang atas orang-orang disekitarnya. Ia menjadikan dirinya sebagai tempat orang-orang yang membutuhkan pertolongan bersandar. Begitu juga dengan Yesus, Ia juga menjadi terang atas orang-orang yang mengalami sengsara. Ia menjadikan dirinya sebagai pelita yang rela menahan panasnya api hanya untuk menyinari sekitarnya. Sebagi murid Yesus, maukah kita menjadi terang bagi sekitar kita?

sumber : Renungan Harian dan Pendalaman Iman BKSN 2012. Komisi KKS & Komisi Kateketik KAJ