
Ketika mobil saya semakin mendekat, mereka terlihat semakin seru bertarung. Tiba - tiba mereka terbang bersama - sama dan mengepakkan sayap membabi buta mengarah ke mobil saya. Lalu dengan suara keras mereka membentur kaca mobil dan mati meninggalkan lumuran darah dan bulu. Mereka begitu bersemangat bertarung sehingga tidak melihat bahaya yang lebih besar didepan mereka.
Betapa sering kita bersikap seperti dua burunng itu, kita lupa bahwa suatu perkelahian tidak ada yang menang. Ketika menyimpan dendam, kemarahan kita meledak - ledak. Petiklah pelajaran dari kedua burung gereja itu. Lupakan keluhan anda, bersiaplah mengampuni dan mengakui bila diri anda memang bersalah. Mengumbar amarah kepada orang lain hanya akan menyakiti diri sendiri.
sumber : santapan rohani edisi tahunan VIII
Tidak ada komentar:
Posting Komentar